Introduction Kerja di Perusahaan
Harus diketahui bahwa bekerja diperusahaan itu mematuhi prosedure perusahaan, seperti berangkat, istirahat dan waktu pulang. Kita mengetahui bahwa kerja diperusahaan adalah kerja yang ikut aturan perusahaan, seorang pekerja sulit untuk membuat aturan kerjanya, kecuali mengatur pola kerjanya sendiri, lebih tepat, seorang pekerja ya mengikuti aturan pekerjaan yang telah ada.
Bekerja di perusahaan, tentu tidak semau suka layaknya bekerja di rumah, apalagi soal mulai kerja. Kalau di perusahaan, saatnya mulai bekerja, ya harus bekerja. Ini rumus yang lumrah dan umum perihal kerja.
Bekerja
Kita urai dulu tema "bekerja" (work). Sejak dahulu kala, sejak era batu sebelum era telekomunikasi ini, manusia itu butuh bekerja. Tujuannya bekerja untuk mempertahankan kehidupannya. Sebab hidupnya butuh makan. Ini yang alami. Manusia butuh makan, maka ia bekerja. Maka ada orang yang bekerja mencari buah-buahan di hutan, berburu hewan untuk dipanggang. Tujuannya, agar perut kenyang, lalu melanjutkan hidupnya kembali seperti biasa. Berkumpul bersama keluarga dan bisa melihat anaknya menjadi dewasa, lalu menikah dan kemudian mempunyai anak juga.
Awalnya, tidak ada perusahaan yang spesifik, ini di zaman batu, di zaman manusia masih langka. Manusia bekerja sebagai kelompok untuk menangkap kancil, kijang, dan hewan buruan lainnya. Saat mendapatkan hewan, mereka memangangnya bersama-sama dan makan bersama. Namun seiring perjalanan waktu, saat manusia semakin ramai, maka mulailah tercipta usaha yang diatur oleh orang-orang yang mengontrol usahanya. Orang yang mengontrol usaha ini, anggap saja disebut, bos-bos. Bos-bos itu telah ada. Bos-bos itu mengatur apa yang dikerjakan, mengatur hasil yang dikerjakan, dan siap memasarkan apa yang diproduksinya. Sementara orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut disebut pekerja perusahaan.
Perusahaan
Sejak kapan perusahaan di mulai? Tentu saja sejak manusia mulai banyak dan ada orang yang mau mengontrol untuk bekerja dan siap memberi upah. Definitif itu tentu belum mencapai puncaknya, sebab usaha yang kecil pun, bila pekerjanya berjumlah dua, bisa saja disebut usaha. Namun kecenderungan "usaha" atau sesuatu yang dikatakan "perusahaan" ialah suatu kegiatan yang terstruktural dan berjangka panjang. Kegiatan yang terstrukrual ialah kegiatan yang mempunyai pola tingkatan yang jelas seperti: waktu produksi, jenis produksi, pemasaran, dan penjualan. Namun perusahaan biasanya akan disimpelkan pada point ini: jenis produksi dan waktu produksi. Sesuatu yang dibuat dan orang yang membuat mendapatkan upah.
Pekerja itu mempunyai perjanjian kerja yang disepakati: seperti waktu masuk, istirahat dan pulang dan upahnya. Orang yang mau masuk bekerja sudah mengerti apa yang akan dikerjakan, ia tinggal bekerja; mengerjakan apa yang diperintahkan pemilik usahanya itu.
Perusahaan itu, semakin besar jumlah produksi dan pekerjanya, maka aturan kerja, perjanjian, upah, akan semakin jelas. semakin kecil akan samar-samar (samar2 bermakna, bisa jadi upahnya terhambat). Dan para pekerja sudah mengetahui fakta tersebut, sudah hafal, sebab ini hal-hal yang umum bagi kehidupan dan sangat realistis.
Hingga kemudian, karena jumlah manusia semakin membludak dan banyak dan perusahaan masih stagnan (tidak sama besarnya), maka tepat disaat itu, pemilik perusahaan bisa memilih orang-orang untuk bekerja diperusahaan. sebabnya calon pekerja itu mulai memasukkan lamaran-pekerjaan (merekomendasikan dirinya agar bekerja di perusahaan). Andai saja, jumlah manusia masih sedikit, maka perusahaan itulah yang akan mencari-cari manusia untuk bekerja di tempat ia membuka usaha.
Aku pernah mendengar cerita, dulu, perusahaan Fabrication mulai didirikan di pulau yang masih sepi manusianya. Pihak perusahaan hampir setiap hari berkeliling menggunakan mobil mencari orang-orang untuk bekerja di perusahaan. Padahal pihak perusahaan kala itu sudah memasang baleho, poster-poster, iklan di tepi jalan, tapi masih juga jarang manusia yang mau menyambangi perusahaan untuk bekerja. manusia memilih bekerja di tempat yang lain. Pihak perusahaan menyadari bahwa informasi peluang kerja itu kurang diminati atau bahkan dibaca, akhirnya pihak perusahaan turun tangan mencari pekerja, dan sesampainya di perusahaan, pekerja baru itu diajari bagaimana cara bekerja. Ya, sampai-sampai diajari cara bekerja dan itu pun sudah mendapat upah. maklum, jumlah manusia terbatas. Tapi hari ini, para pelamar kerja hampir setiap hari menumpuk di meja HRD, sering dibaca sekilas, dan akan diseleksi bila orangnya masuk kualifikasi yang akan dikerjakan; diseleksi yang ketat, dan kemudian akan dipanggil untuk bekerja dan berbicara perihal perjanjian kerja dan durasinya.
Nov 2021
Komentar
Posting Komentar